Banyak
wanita yang berpegang teguh dengan agama, taat kepada Allah dan juga suaminya,
akan tetapi dia sering memuji laki-laki lain. Bisa jadi dirinya merusak
kehidupan sendiri tanpa dia sadari dengan memuji sifat, kepribadian, rasa
social kepada laki-laki lain yang dapat membangkitkan kecemburuan suaminya.
Dalam menghadapi persoalan seperti ini, para suami beraneka ragam, mayoritas
mereka sangat cemburu sehingga terlalu sensitive terhadap persoalan seperti
ini.
Jika
suamimu termasuk laki-laki yang seperti ini, jauhilah perkara-perkara yang
dapat membangkitkan dan menyalakan rasa cemburunya.
Di
antara keagungan agama ini, Al-Bukhari menulis bab khusus tentang cemburu. Saya
akan menceritakan satu kisah saja dalam bab ini tentang sebuah keluarga yang
penuh harmonis dan perlu dicontoh. Asma’ binti Abu Bakar bercerita, “Zubair
menikahiku sedangkan dia tidak memiliki sedikit pun harta dan budak di muka
bumi ini, dan tidak pula yang lain kecuali alat penyiram lahan dan seekor kuda.
Akulah yang memberi makan dan minum kudanya, menambal timbanya, dan membuatkan
adonan roti. Namun aku tidak bisa membuat adonan roti dengan baik sehingga
tetangga-tetanggaku dari kaum Anshar membantuku membuatkan adonan roti, dan
mereka adalah wanita-wanita yang dapat dipercaya. Aku membawa kurma di atas
kepalaku dari kebun pemberian Rasulullah kepada Zubair yang berjarak dua
pertiga farsakh. Suatu hari, ketika aku membawa kurma, aku bertemu dengan
Rasulullah bersama beberapa orang dari kaum Anshar. Lalu Rasulullah memanggilku
dan bersabda, “Hei, hei,” agar bisa membawaku di belakang beliau, dan akupun
malu berjalan di muka kaum laki-laki, aku juga teringat Zubair dan
kecemburuannya. Dia adalah orang yang mudah cemburu. Rasulullah tahu bahwa aku
merasa malu, kemudian beliau berlalu. Setelah aku bertemu Zubair dan berkata
kepadanya, “Rasulullah menemuiku dan disamping itu aku sedang membawa kurma di
atas kepalaku, kemudian beliau mempersilahkan aku naik kendaraan. Namun aku
malu dan tahu kecemburuanmu.” Lalu Zubair menjawab, “Demi Allah, engkau membawa
kurma itu lebih besar bagiku daripada engkau menunggang unta bersama beliau.”
Asma’ berkata, “Akhirnya Abu Bakar mengirimkan pembantu kepadaku yang dapat
membantu mengurus kuda, hingga seolah-olah dia telah membebaskanku.”
Istri
yang baik akan selalu menjauhi dan menghindari perbuatan seperti itu jika hal
itu dapat membuat marah suaminya, meskipun hal itu bukan dalam perkara haram.
Karena perbuatan tersebut akan banyak menimbulkan problem dalam kehidupan rumah
tangga dan dapat mengalihkan pandangan suami dari istrinya. Oleh sebab itu,
jauhilah tindakan yang dapat membangkitkan kecemburuan suamimu dan memberatkan
pikirannya.
Jangan
engkau ungkapkan kebanggaannmu terhadap laki-laki manapun di hadapan suami,
meskipun laki-laki itu sangat terkenal atau tokoh politik yang favorit. Jangan
pula engkau banding-bandingkan antara suamimu dengan laki-laki lain. Ingatlah
bahwa setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda antara satu dengan yang
lainnya. Jika engkau bandingkan dia dengan salah satu seorang dari anggota
keluargamu secara lisan di hadapannya, berarti engkau telah melukai suamimu,
sehingga dia dengki dan benci terhadap orang yang engkau bandingkan dengannya
meskipun orang tersebut merupakan teman dekatnya sendiri. Hindarilah ucapan,
“Bergayalah seperti fulan, karena aku ingin engkau seperti dia.” Ini berarti
engkau kagum terhadap laki-laki lain selain suamimu.
bisnis baru ustad yusuf mansur
bisnis baru ustad yusuf mansur