Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Senin

MEMBANTU SUAMI DALAM MENUNDUKKAN PANDANGAN



Saya benar-benar heran terhadap seorang istri yang membiarkan suaminya tidak menundukkan pandangannya dari melihat hal-hal yang diharamkan Allah dan tidak merasa terganggu. Bahkan ada seorang istri yang berkata kepada suaminya, “Lihat gadis ini.” Seolah-olah dia yakin tidak ada wanita lain yang lebih cantik darinya. Kepada istri yang seperti ini, saya katakan bahwa dia adalah wanita yang hina, karena meskipun dia cantik, setan tetap menghias wanita-wanita lain di mata suaminya, meskipun mereka lebih jelek darinya.

Akan tetapi ada pula beberapa wanita yang tidak mau menikah kecuali dengan laki-laki yang mentaati Allah dan Rasul-Nya. Ketaatan ini akan bisa mencegah pandangannya dari hal-hal yang diharamkan. Tetapi, bagaimana caranya istri bisa membantu suami menundukkan pandangannya dan apakah dia memiliki peran dalam hal itu?

Istri mempunyai peran penting dalam membantu suami menundukkan pandangannya, bahkan mereka memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam hal ini. Tentunya jika suami ingin melaksanakan ketaatan kepada Allah. Berikut ini adalah beberapa tips yang diperlukan oleh istri untuk membantu suami menunduk.

1.    Berhias dan berdandan untuk suami
Berhiasnya istri untuk suami merupakan factor penting dalam membantu menundukkan pandangannya. Ia juga dapat memalingkan pikiran suami dari wanita lain, bahkan membuat hatinya selalu terhubung dengan isrtri meskipun jauh dengannya, sehingga membuatnya ingin segera pulang kerumah untuk melihatnya. Dalam hal ini kami ingatkan kepada para istri agar tidak menyambut kedatangan suami dengan berbagai problem. Istri hendaknya menunggu kedatangan suaminya, karena seorang suami ingin merasa ada orang yang menunggu dan mengharap kepulangannya.

     Namun, istri harus berhias seperti apa?
Sungguh disayangkan, sebagian wanita tidak bisa berdandan dengan baik untuk suaminya. Sebab, mereka berdandan menurut seleranya sendiri, bukan sesuai selera suami. Jika demikian yang terjadi, pada dasarnya dia berdandan untuk dirinya sendiri, bukan untuk suami. Akhirnya cara berdandan seperti ini tidak dapat membantu suami menundukkan pandangannya.

Jika istri malu bertanya tentang macam perhiasan dan dandanan kepada suami, dia bisa bertanya kepada kerabatnya, karena mereka lebih tahu tentang hal itu. Istri bisa pula mencoba lebih dari satu jenis baju. Setelah itu lihat efeknya terhadap suami.

Istri harus berganti dandanan dan perhiasan, sehingga setiap hari berpenampilan dengan perhiasan yang berbeda-beda di depan suami. Ada seorang suami yang bercerita tentang keadaan istrinya dengan mengatakan, “Saya memiliki seorang istri, tetapi setiap hari selalu seperti pengantin baru.”

Ini berarti bahwa setiap hari dia melihat istrinya dengan penampilan yang berbeda dari hari-hari sebelumnya, sehingga yang dia lihat itu bukan istrinya yang kemarin. Istrinya tersebut tahu bagaimana membuat suaminya bahagia. Dia juga tahu bagaimana agar setiap suaminya selesai bekerja, dia ingin segera pulang. Singkatnya, berhias untuk suami harus sesuai dengan selera suami yang bervariasi.

2.    Tidak memasukkan majalah atau Koran yang bergambar wanita ke rumah
Sangat disayangkan, banyak majalah atau Koran menggunakan para wanita sebagai barang dagangan untuk meraih tujuan mereka. Saya menasehatkan kepada para istri agar membeli majalah atau buku Islam, ilmu pengetahuan, dan moral yang dapat memberikan pelajaran kepada diri dan suaminya.

Apa yang harus harus dilakukan istri jika suami membawa majalah atau Koran yang penuh dengan gambar wanita dan dia beralasan bahwa dia hanya akan membaca hal-hal yang bermanfaat saja. Tentunya istri harus menjelaskan bahaya majalah tersebut, dan mengatakan padanya bahwa masih banyak sarana lain untuk memperoleh informasi yang lebih bermanfaat. Jika suami tidak menerima pendapatnya, istri bisa memalingkan perhatian suami dari Koran tersebut kepada persoalan lain, misalnya minta tolong kepadanya untuk mengerjakan sesuatu, atau meyakinkan suami bahwa dirinya senang jika suami membaca sebuah buku. Untuk itu, sebaiknya istri membuat perpustakaan pribadi di rumahnya dan mengisinya dengan buku-buku yang bermanfaat.

3.    Menjauhi ikhtilath (Percampuran antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram)
Terutama sekali tidak melakukan ikhtilath di dalam rumahnya. Kemudian berusaha tidak mendatangi tempat-tempat ikhtilath. Istri harus semaksimal mungkin mencegah suami dari perbuatan tersebut. Harus selalu diingat, ikhtilath merupakan penyebab hancurnya masyarakat, dapat merusak moral, membunuh perasaan cemburu, dan merupakan sebab utama tertunduknya pandangan dari hal-hal yang diharamkan.

Ada kisah yang dialami beberapa orang yang saya kenal. Ada seorang laki-laki yang menikahi seorang wanita karena cinta hingga dikarunia banyak anak. Setelah beberapa tahun pernikahannya, suaminya meninggal dunia. Kemudian istrinya menikah dengan saudara kandung suaminya. Akan tetapi, akhirnya para tetangga dan kerabatnya menyingkap adanya hubungan antara wanita dan iparnya tersebut sejak lama. Saudara iparnya tersebut sebelumnya telah menceraikan istrinya, kemudian menikah dengan perempuan ini. mengapa musibah ini bisa terjadi?

Sudah pasti penyebabnya adalah ikhtolath. Dia pernah duduk bersama saudara iparnya, tertawa, dan bercanda ria bersamanya sementara suami tidak menyadarinya sama sekali dan mengatakan, “Hatinya lurus-lurus saja.”

4.    Bantulah suami melakukan ketaatan kepada Allah
Ketika iman suami bertambah, dia akan mampu menundukkan pandangannya. Sebab, keimanan akan bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Oleh sebab itu, bantulah suami dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah dan meninggalkan kemaksiatan kepada-Nya. Jangan sampai engkau lebih sibuk mengurusi anak-anak daripada suami, karena hal ini memiliki bahaya yang besar bagi suami.

Saling tolong-menolonglah kalian berdua dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah. Misalnya, saling tolong-menolong dalam menghafal Al-Qur’an atau berlomba-lomba melaksanakan kebaikan. Doronglah suamimu untuk mengikuti kajian-kajian ilmiah dan agama. Sisihkan sebagian waktu kalian untuk refresing. Pergilah ke taman atau tempat rekreasi dengan memilih waktu yang tidak penuh dengan orang-orang agar kalian berdua bisa beristirahat, dan anak-anak dapat menikmati permainan yang ada. Pilihlah tempat yang tidak terlalu gaduh. Tetapi hindari tempat yang sia-sia atau berisi banyak kemungkaran dan ikhtilath.


bisnis baru ustad yusuf mansur