Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Minggu

MENGHADAPI SUAMI YANG TERLALU MENCINTAI IBUnya?











-------------------------------------------->>>>>
Program Amal Usaha+Sedekah saling bantu membantu 
untuk masyarakat umum
semua bisa menjalankan hanya dari HP Anda
Insya Allah Sukses Dunia Akherat
KLIK PELUANG BISNIS YUSUF MANSUR
-------------------------------------------->>>>>


Salah satu hak suami adalah amat mencintai dirinya sendiri dan keluarganya, begitu pula seorang istri. Tetapi yang menjadi masalah adalah sejauh mana kecintaan dan pengaruhnya terhadap ide dan ucapannya? Gambaran ideal yang ada dalam benak kebanyakan laki-laki adalah gambaran ibu dan saudarinya. Oleh sebab itu, dia akan selalu membandingkan hasil kerja istri membuat makanan sesuai dengan yang mereka pelajari di rumah orang tuanya. Akan tetapi tidak semua yang dipelajari oleh seseorang pasti benar atau ideal, bukankah apa yang kita pelajari masih perlu tambahan atau pengurangan setelah beberapa kali mencoba? Misalnya dalam hal makanan yang kurang garam atau bumbu, atau makanan yang terlalu asin sehingga perlu dikurangi garam dan bumbunya.

Tidak ada dua rumah yang sama seratus persen dalam bentuk dan modelnya. Ini berarti ada perbedaan antara cara yang biasa dilakukan dan disukai oleh ibu mertua dengan yang dipelajari oleh istri dirumah orang tuanya dahulu atau dengan pengalaman pertamanya memasak dari buku yang dia baca.
Namun bukan hak suami adalah menolak makanan yang sudah tidak baik atau rusak karena diletakkan di kulkas, sehingga makanan tersebut basi disebabkan bertambahnya suhu udara dan adanya bakteri. Suami juga berhak meminta istri untuk mempelajari keterampilan memasak dan memperbagus cita rasa makanan yang dibuatnya, seperti makanan ringan atau kue.
Namun bukan suami yang baik untuk selalu mencela apa yang dibuat oleh istrinya dan membandingkannya dengan hasil karya orang lain. Lalu bagaimana istri yang tidak pandai memasak dapat membahagiakan suami dan menjauhkan pertengkaran di antara mereka berdua?
Dalam persoalan ini terdapat dua macam wanita, yaitu;
Pertama, wanita yang bodoh akan mencap suaminya sebagai anak mama, sehingga dia tidak pantas menikah sama sekali, karena yang selalu berada dalam ingatannya adalah ibunya.
Kedua, wanita yang cerdik, dia akan berkata, “Aku akan belajar kepada ibumu bagaimana cara dia membuat kue dan makanan.” Dia tersenyum dan tidak merasa malu mencontoh pengalaman ibu mertuanya dan saudari iparnya. Dia menanyakan dan mencatat langkah-langkah serta pengalaman mereka sehingga dia juga bisa membuatnya secara sempurna.
Memasak adalah ilmu dan seni, bukan perkara yang tiba-tiba memuaskan seperti kata sebagian orang. Memasak dengan jumlah bahan tertentu yang dimasak selama waktu yang tepat, kemudian ditambah penyedap dan bumbu-bumbu yang menarik, sabar, dan terus memantaunya hingga matang. Mayoritas wanita telah dizhalimi oleh keluarga mereka dengan dijauhkan dari mempelajari keterampilan ini sebelum menikah. Mereka beralasan bahwa kewajiban wanita ketika masih sekolah hanyalah mencari ilmu saja, dan pada saat liburan mempersiapkan pelajaran atau istirahat. Kebanyakan sekolah tidak mengajarkan murid-murid perempuannya tata cara mengatur rumah.
Istri yang melihat suaminya amat menyukai perilaku saudarinya terhadap suaminya, cara mendidik anak-anaknya, dan cara memasaknya, hendaklah tidak menampakkan kemarahannya dan ketidaksenangannya di hadapan suaminya, misalnya dengan berkata kepadanya, “Semestinya kamu menikah dengan seseorang yang seperti saudarimu, bukan denganku.” Wanita yang bodoh adalah wanita yang mengucapkan kalimat di atas. Adapun wanita yang cerdik, dia akan mengatakan, “Betul, saudarimu adalah seorang istri yang cantik dan ideal. Suaminya pasti bahagia bersamanya. Semoga dia bisa mengajari kita pada liburan yang akan datang!” Pujian dan ucapan yang lembut tentang keluarga suami yang sangat dicintai oleh suami akan dapat menghilangkan ganjalan-ganjalan yang ada dalam hatinya dan dia akan membalas pujian ini dengan pujian yang serupa terhadap keluarga istrinya.
Wahai para istri, tunjukkan kekagumanmu terhadap keluarga suamimu, berlaku baiklah terhadap mereka ketika mereka datang mengunjungimu, jangan bermuka masam dan cemberut, karena orang yang berbuat baik, dia akan dibalas dengan perbuatan baik pula oleh orang lain.

Artikel Terkait : 
1. HUKUM MEMAKAI MUKENA WARNA WARNI MENURUT ISLAM
2. SAAT WANITA (ISTRI) BERTENGKAR DENGAN PRIA (SUAMI)
3. BOLEHKAH MENIKAHI SAUDARA SEPUPU
4. USIA IDEAL UNTUK MENIKAH
5. HIKMAH DIBALIK WANITA MENGANDUNG / HAMIL
6. BOLEHKAN SEORANG WANITA MUSLIM MINTA CERAI?
7. TIPS MENJAGA BAU MULUT SAAT PUASA
8. BOLEHKAH MENIKAHI ADIK-ISTRI YANG SUDAH MENINGGAL (“ TURUN RANJANG”)
9. MENGHADAPI SUAMI YANG TERLALU MENCINTAI IBUnya?
10. KEAJAIBAN SURAT AL-WAQI'AH (QS 56)



bisnis baru ustad yusuf mansur