Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Kamis

AURAT PEMBANTU RUMAH TANGGA

Ada beberapa hal yang diterapkan al-Qur’an dan Sunnah yang mengantar lahirnya perbedaan dalam kadar aurat yang harus ditutup. Misalnya, usia, jenis kelamin, hubungan keluarga, kebutuhan, dan status, yakni merdeka atau bukan.

Seorang pembantu rumah tangga tidak dapat dipersamakan dengan hamba sahaya. Jika demikian, pada prinsipnya, auratnya sama dengan wanita-wanita yang lain. Selanjutnya, aurat wanita dapat berbeda-beda bergantung pada siapa yang dihadapinya serta statusnya ketika itu. Sebagai ibu, auratnya berbeda dengan kedudukannya sebagai istri. Menghadapi suami berbeda aurat dengan menghadapi ayah, ini pun berbeda dengan menghadapi pria lain.

QS. an-Nur [24]: 31 menuntun wanita-wanita Mukmin dalam arti—mewajibkan menurut mayoritas ulama atau menganjurkan menurut yang lain—mereka menahan pandangannnya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) tampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau  ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau  putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau  putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita- wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau  pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.

Anda lihat bahwa wanita-wanita dilarang menampakkan hiasan kecuali kepada dua belas orang yang disebut, antara lain kepada para pelayan lelaki, yang karena kebutuhan kepada mereka di rumah dan sulitnya menghindar dari kebutuhan anggota badan yang dihiasi, dan juga karena status mereka sebagai pelayan, diduga keras tidak akan menimbulkan berahi mereka terhadap tuannya, atau sebaliknya.

Karena kesulitan itulah sehingga wanita-wanita yang dituntut atau dituntun memakai jilbab dan menutup hiasannya, agama membenarkan mereka untuk tidak sepenuhnya menutup auratnya yang ditegaskan secara umum. Kalau wanita yang menjadi majikan di dalam rumah mengalami kesulitan sehingga agama memberinya kelonggaran, kesulitan serupa pasti pula dialami bahkan lebih-lebih oleh wanita-wanita yang menjadi PRT saat mereka melaksanakan tugas. Memang, salah satu pertimbangan agama yang kemudian dijadikan dasar oleh ulama menetapkan batas-batas aurat adalah pertimbangan kesulitan. Demikian, Wallahu a’alam.


bisnis baru ustad yusuf mansur