Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Senin

PERBEDAAN JIN, IBLIS dan SETAN


fixedbanner


Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir (QS Qaf [50]: 18). Ayat ini menjadi salah satu dasar bagi keyakinan Muslim tentang adanya malaikat pendamping yang menyertai dan mencatat amalan-amalan  manusia yang baik dan yang buruk. Di samping malaikat ini—yang aktivitasnya hanya mencatat itu—ada lagi malaikat  dan atau setan bagi setiap manusia yang masing-masing dapat mendorongnya kepada kebaikan atau keburukan. Malaikat atau setan ini berbisik ke hati manusia. Ini diisyaratkan oleh Rasulullah saw. sambil menamai bisikan itu dengan Lammah Malaykiyyah dan Lammah Syaitaniyyah.

Memang, tidak jarang hati kita mendengar bisikan negatif dan atau positif. Yang membisikkannya adalah malaikat atau setan pendamping itu. Rasulullah saw. menjelaskan, “Tidak seorang pun di antara kamu kecuali telah ditetapkan bersamanya qarin atau pendamping dari makhluk jenis jin/setan.” Para sahabat bertanya, “Walaupun engkau, wahai Rasul Allah?” “Aku Pun demikian, hanya saja Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadaku sehingga aku selamat—atau (dengan terjemah yang lain) sehingga ia memeluk Islam.”

Adapun perbedaan/persamaan iblis, setan, dan jin, yang pertama perlu diketahui bahwa jin diciptakan Allah dari Api, dan ini berbeda dengan manusia yang diciptakan-Nya dari tanah sesuai firman-Nya, Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas (QS. al-Hijr [15]:27). Jin, sebagaimana manusia, mempunyai masyarakat. Mereka makan, minum, dan berketurunan, serta ada yang baik/taat kepada Allah dan ada pula yang tidak demikian. Sesungguhnya di antara kami ada yang saleh/baik dan ada pula yang tidak demikian. Bermacam-macam jalan yang kami tempuh. Demikian pengakuan mereka yang diabadikan oleh QS. al-Jinn (72): 11. Oleh karena itu, Allah juga mengutus kepada masyarakat jin, para rasul dari jenis mereka (QS. al-An ‘am[6]: 130).

Salah satu/seorang dari kelompok jin adalah iblis (QS. al-Kahfi [18]: 50). Ia membangkang perintah Allah untuk sujud kepada Adam dan merayunya agar Adam dan Istrinya mendurhakai Allah juga. Oleh karena itu, sikap dan rayuannya itulah, maka al-Qur’an menamainya juga syaithan (antara lain, QS al-A’raf [7]: 20). Tentu saja bukan hanya iblis yang dinamai setan, melainkan siapa pun membangkang perintah Allah dan mengajak kepada kedurhakaan termasuk dalam jenis seperti itu.
         
Manusia pun, yang memiliki sifat yang demikian, dinamai setan. Oleh karena itu pula al-Qur’an menegaskan bahwa setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebagian mereka membisikkan pada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (menipu) (QS. al-An ‘am[6]: 112). Demikian Wallahu a’lam


bisnis baru ustad yusuf mansur


peluang usaha muslim travel umroh bersama wisataumrah.com