Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Kamis

MAKNA BULAN RAMADHAN

Kenapa puasa diwajibkan bulan ramadhan dan Apa makna bulan ramadhan itu sendiri?

Ketika Allah menguraikan kewajiban puasa, dinyatakan-Nya sekian banyak keistimewaan puasa antara lain, bahwa itu diwajibkan pada bulan Ramadhan, karena ketika itu al-Qur’an turun. Allah berfirman: “(hari-hari yang ditentukan untuk berpuasa itu) adalah beberapa hari tertentu, yakni yang terjadi di bulan Ramadhan yang ketika itu (permulaan) al-Qur’an diturunkan. (baca QS.al_Baqarah [2]: 185)

Sementara ulama berpendapat bahwa lebaran Idul Fitri yang kita rayakan setelah berpuasa di bulan Ramadhan yang merupakan hari raya peletakan batu pertama ajaran islam, karena ketika itulah permulaan al-Qur’an diturunkan, sedang hari raya Idul Adha dijadikan peletakan batu terakhir ajaran Islam, karena ketika itu turun firman-Nya yang menegaskan kesempurnaan ajaran Islam. Allah berfirman: “Pada hari ini telah kusempurnakan untuk kamu agama kamu, dan telah Ku cukupkan kepada kamu nikmat-Ku, dan telah Ku ridhai Islam menjadi agama kamu” (QS.al-Ma’idah [5]: 3).

Di sisi lain, kita mengetahui bahwa bulan setelah Ramadhan adalah Syawwal, di mana kita merayakan Idul Fitri, yakni hari kembali asal kejadian, hari kita lahir di mana ketika itu kita tidak membawa satu dosa pun. Nabi saw bersabda: “Siapa yang berpuasa dengan iman dan tulus, dia terbebas dari dosa bagaikan seorang yang baru saja dilahirkan.” Setelah berpuasa sebulan lamanya kita ber-Idul Fitri, yakni kita lahir kembali. Anda ketahui bahwa pada umumnya manusia dikandung selama Sembilan bulan dan lahir pada bulan kesepuluh. Bulan Ramadhan merupakan bulan kesembilan dari rentetan bulan-bulan Qomariyah, sedang bulan Syawal adalah bulan kesepuluh. Agaknya bulan Ramadhan itu yang dipilih agar setelah berlalu bulan kesembilan itu dengan berpuasa kita benar-benar dapat lahir kembali terbebaskan dari semua dosa seperti halnya anak yang baru lahir.

Perlu ditambahkan bahwa perhitungan yang mendasari datangnya bulan Ramadhan atau Syawwal didasarkan pada peredaran bulan, bukan matahari. Jika puasa didasarkan atas perjalanan matahari maka iklim dan suhu udara akan sama atau paling tidak serupa sepanjang masa. Di banyak kawasan lebih lama memancarkan cahaya daripada pancaran cahayanya di bulan Desember dan Januari. Ini berbeda dengan perjalanan bulan yang setiap tahunnya berselisih sekitar 11 hari dari perjalanan matahari, sehingga jika pada tahun ini masyarakat A berpuasa di musim panas yang siangnya panjang, maka beberapa tahun mendatang mereka akan berpuasa di musim dingin yang siangnya pendek. Demikian bergiliran sehingga suatu ketika ia akan kembali lagi ke daur semula. Itu hikmah lain, mengapa ditetapkan pada bulan Ramadhan. Demikian, wallahu a’lam.


bisnis baru ustad yusuf mansur