Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Rabu

PENDIDIKAN adalah PENGGERAK PERILAKU ANAK



Para orangtua harus tahu bahwa mendidik anak bukanlah sepele, melainkan akan menjadi penentu utama dalam membentuk perilaku anak pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, para pendidik, baik orangtua ataupun para guru, harus memperhatikan betul-betul masalah pendidikan ini, mendalami metode, tatacara dan kaidahnya. Kaum muslimin dahulu selalu memilihkan pendidikan yang terbaik untuk putra-putrinya, pendidik yang paling berilmu dan paling mulia akhlaknya, yang memiliki perangai dan metode yang baik. Di bawah ini kisah-kisah tentang mereka.

Al-Jahizh meriwayatkan bahwa saat Uqbah ibn Abi Sufyan membawa putranya kepada seorang pendidik, ia berkata kepada pendidik itu, “Hal pertama yang harus Anda lakukan saat mendidik anakku adalah Anda harus memperbaiki diri Anda sendiri, sebab mata mereka sangat bergantung pada mata Anda. Yang baik menurut mereka adalah yang baik menurut pandangannya, dan yang buruk adalah buruk menurut penglihatannya. Ajarilah mereka sirah dan perjalanan hidup para ahli hikam, akhlak orang-orang mulia, didiklah mereka di belakangku. Jadilah untuk mereka seperti seorang tabib yang tidak tergesa-gesa member obat sebelum ia tahu penyakitnya. Jangan mengandalkan permintaan dariku, sebab aku telah menyerahkan sepenuhnya kepada Anda.”

Ibnu Khaldum dalam Muqaddimah-nya meriwayatkan bahwa Harun ar-Rasyid saat hendak menyekolahkan putranya, al-Amin, kepada seorang guru, ia berkata, “Wahai Ahmad, Amirul Mukminin telah menyerahkan kepadamu belahan jiwa dan buah hatinya, jadi bentangkanlah tanganmu kepadanya. Ketaatanmu kepada Amirul Mukminin adalah wajib, oleh karena itu jadilah bagi dirinya seperti yang diperintahkan Amirul Mukminin. Ajari ia al-Qur’an, kenalkan ia dengan berita-berita, ajari ia syair-syair dan sunah-sunah. Buatlah ia paham tentang kalam dan tempat-tempatnya, laranglah ia tertawa kecuali pada waktunya, jangan melatihnya satu jam kecuali engkau mendatangkan manfaat baginya tanpa membuat ia bersedih atau mematikan otaknya, jangan terlalu toleran dengan sikapnya. Luruskan ia semampumu dengan pendekatan dan kelembutan. Jika ia menolaknya, lakukan dengan kekerasan.”

Abdul Malik ibn Marwan berkata kepada guru putranya, “Ajari mereka kejujuran sebagaimana engkau mengajari mereka al-Qur’an. Bawalah mereka menuju akhlak yang baik, riwayatkan kepada mereka syair-syair agar mereka tetap giat dan bersemangat. Ajak mereka bergaul dengan orang-orang mulia dan para ulama. Jauhkan mereka dari orang-orang hina dan para pelayan, sebab mereka adalah manusia yang paling buruk adabnya. Hormati mereka secara terang-terangan dan celalah mereka secara tertutup. Pukullah mereka jika berbohong, sebab kebohongan akan mendorong kepada kemaksiatan, dan kemaksiatan akan menjerumuskan mereka ke neraka.”

Al-Hajjaj berkata kepada guru putranya, “Ajari mereka berenang sebelum menulis, sebab mereka bisa saja menemukan orang yang menuliskan untuk mereka, tetapi mereka tidak bisa menemukan orang yang akan mewakili mereka berenang.”

Umar ibn Khaththab menulis surat kepada penduduk Syam dan berkata, “Ajari anak-anakmu berenang, memanah, dan menunggang kuda.”

Seorang bijak berkata kepada guru putranya, “Jangan kaupindahkan mereka dari satu ilmu ke ilmu yang lain sebelum mereka benar-benar menguasainya. Karena kacaunya ilmu di telinga dan terlalu banyaknya di dalam angan-angan akan menyesatkan pemahaman.”

Salah satu wasiat Ibnu Sina dalam mendidik anak adalah, “Bersama anak didik harus ada anak-anak lain yang baik adabnya dan bagus perilakunya, sebab anak lebih mudah mengikuti temannya dan lebih mudah mengambil manfaat darinya.”

Hisyam ibn Abdil Malik berkata kepada Sulaiman al-Kalbi, guru putranya, “Putraku ini ibarat kelopak dua mataku. Aku memilihmu untuk mendidiknya. Jadi engkau harus bertakwa kepada Allah dan menunaikan amanat. Hal pertama yang kuwasiatkan kepadamu adalah ajari ia Kitab Allah, riwayatkan kepadanya syair-syair yang paling baik, ajak ia berkeliling ke daerah-daerah Arab, ambil syair yang baik dari mereka, dan ajari membedakan mana yang halal dan mana yang haram, latihlah ia berkhutbah, dan tanamkan padanya nilai-nilai baik.”


bisnis baru ustad yusuf mansur