Ketahuilah, wahai para
orangtua, bahwa anak-anakmu adalah anugerah sekaligus fitnah, seperti termaktub
dalam firman Allah, “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan
(bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At-Taghabun:15)
Allah memperingatkan kita
agar anak tidak sampai membuat kita jauh dari ketaatan dan zikir kapada-Nya,
dalam firman-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan
anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa membuat demikian
maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9).
Bahkan tak jarang anak
justru menjadi musuh bagi kedua orangtuanya jika ia tumbuh tidak dalam ketaatan
kepada Allah, seperti dalam firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman,
sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh
bagimu. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka: dan jika kamu memaafkan dan
tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang.” (QS. At-Taghabun: 14).
Hal itu juga telah
dijelaskan dengan gamblang dalam sabda Rasulullah, “Anak adalah buah hati,
tetapi ia dapat membuat takut, kikir, dan sedih (orangtuanya).”
Dalam riwayat lain, “Sesungguhnya
anak itu sumber kekikiran, ketakutan dan kesedihan.”
Pada dasarnya, anak adalah
buah hati seseorang. Namun, jika ia tumbuh tidak dalam ketaatan kepada Allah
maka ia bisa membuat orangtuanya pelit. Setiap kali orangtua ingin
menyedekahkan hartanya, setan datang dan membisikinya, “Anakmu lebih berhak
atas uang ini.” Anak juga dapat membuat orangtuanya pengecut dan khawatir.
Seorang ayah bisa tergoda untuk menghindar dari jihad karena takut anaknya
menjadi yatim. Anak juga dapat membuat orangtuanya bodoh karena selalu
disibukkan oleh si anak sehingga lupa menuntut ilmu dan berdakwah. Anak juga
dapat membuat orangtua menjadi sedih, yaitu jika ia sakit atau meninggal,
orangtuanya akan panik, gusar dan sedih. Atau jika anaknya menjadi cacat,
orangtua akan berduka sejadi-jadinya.
Untuk itu, mari kita
tundukkan hati kepada nasihat-nasihat di atas yang kupersembahkan kepada para
orangtua. Semoga hal itu menjadi faktor kebaikan dan kesalehan anaknya.
bisnis baru ustad yusuf mansur
bisnis baru ustad yusuf mansur