Obat Asam Urat dan Awet Muda

Obat Asam Urat dan Awet Muda
Obat Asam Urat dan Awet Muda

Kamis

KESETIAAN YANG LUAR BIASA

Kesetiaan adalah sesuatu yang tak terbayangkan dan tak kuasa di tuliskan dengan pena. Perhatikan dengan seksama, saudariku yang mulia, bagaimana para wanita salafussaleh dengan nikmat kesetiaan yang mereka miliki. Simaklah kisah di bawah ini.

Ketika Fathimah putri Amirul Mukminin Abdul Malik ibn Marwan menikah, ayahnya sedang bertahta di puncak kejayaan. Kekuasaannya membentang dari Syam, Irak, Hijaz, Sindh, Kaukasia, Qarim, Trns-oksina, Nagara, sampai Genoa di sebelah timur. Juga meliputi Mesir, Sudan, Libia, Tunisia, Aljazair, Maroko, dan Spanyol di sebelah barat.

Fathimah bukan hanya putri seorang khalifah yang agung, melainkan juga saudara perempuan dari empat khalifah islam ternama: Walid ibn Abdil Malik, Sulaiman ibn Abdil Malik, Yazid ibn Abdil Malik, dan Hisyam ibn Abdil Malik, itu belum cukup. Ia kini menjadi seorang istri khalifah terbesar dalam islam setelah para khalifa periode pertama, yaitu Amirul Mukminin Umar ibn Abdil Aziz.

Ia putri khalifah, kakeknya pun khalifah
Ia saudara perempuan para khalifah, juga istri khalifah

Jadi begitulah. Wanita ini adalah putri khalifah, istri khalifah, dan saudara perempuan dari empat orang khalifah. Pada hari perkawinannya, ia keluar dari rumah ayahnya menuju rumah suaminya dengan tubuh bertabur perhiasan dan mutiara termahal yang tak pernah dimiliki oleh wanita mana pun di muka bumi ini. Alkisah di antara perhiasan-perhiasan tersebut ada dua butir permata Maria. Keduanya termasyhur dalam sejarah dan sering dipuji-pujji oleh para pujangga dalam syair mereka. Sebiji saja darinya senilai dengan harta karun.

Mempelai wanita Umar ibn Abdil Aziz ini sudah terbiasa hidup mewah di rumah ayahnya. Ia telah merasakan seluruh kenikmatan yang tidak pernah dirasakan oleh wanita lain di dunia ini pada masa itu. Jika ia hendak menerapkan pola hidup mewahnya di rumah suaminya seperti ketika di rumah ayahnya, ia bisa saja melakukannya. Ia dapat mengisi perutnya setiap hari dan setiap saat dengan makanan-makanan mewah dan mahal, serta menikmati seluruh kenikmatan yang pernah dikenal oleh manusia. Ia sanggup melakukan itu. Hanya saja, sosok agung Umar ibn Abdil Aziz yang saat itu menjabat sebagai khalifah yang paling berkuasa di muka bumi, memilih menghidupi keluarganya hanya dengan beberapa dirham setiap harinya.

Istri khalifah yang juga saudara dari empat khalifah ini pun ridha akan hal itu, sebab ia telah terpikat oleh lezatnya sikap qana’ah (rasa puas diri) dan manisnya kebersahajaan. Rasa lezat dan manis ini lebih baik baginya dan lebih ia sukai daripada seluruh kemewahan hidup yang pernah ia rasakan. Bahkan ia patuh ketika suaminya mengusulkan agar ia menyerahkan seluruh perhiasan yang menghiasi telinga, leher, rambut, dan tangannya kepada Baitul Mal. Perhiasan tak bisa menggemukkan dan tak sanggup menawarkan rasa lapar. Apabila perhiasan itu dijual, uangnya dapat digunakan untuk mengenyangkan banyak perut rakyat, lelaki, perempuan, dan anak-anak. Fathimah pun melucuti seluruh perhiasannya, dan ternyata ia merasa nyaman terbebas dari beratnya perhiasan emas, permata, dan mutiara yang membebani tubuhnya dan ia bawa dari rumah ayahnya. Diserahkannya semuanya ke Baitul Mal.

Amirul Mukminin Umar ibn Abdil Aziz wafat tanpa meninggalkan apa-apa untuk anak-anaknya. Sepeninggalnya, bendahara Baitul Mal mendatangi Fathimah dan berkata, “sesungguhnya perhiasan Anda masih utuh sebagaimana mula, Tuanku. Aku menganggapnya sebagai titipan yang ku jaga sejak hari itu. Namun, sekarang seluruhnya akan kukembalikan kepada Anda jika Anda berkenan.”

Apa jawaban Fathimah? Dikatakannya bahwa ia telah memberikan perhiasan tersebut kepada Baitul Mal kaum Muslimin karena mentaati perintah Amirul Mukminin. Ia berkata, “Aku mentaatinya ketika ia masih hidup, haruskah aku mendurhakainya ketika ia telah tiada?”

Ia menolak menerima kembali harta bendanya yang halal dan tak ternilai itu, pada saat ia sendiri sangat membutuhkan uang beberapa dirham. Dengan sikap ini, Allah mengharumkan dan mengabadikan namanya. Maka hingga detik ini, kita terus berbicara tentang kemuliaan sifatnya dan keluhuran derajatnya, sekarang dan sepanjang masa. Semoga Allah merahmatinya dan meninggikan kedudukannya di surga.


bisnis baru ustad yusuf mansur